yulia_zoNe

Biarkan hamparan keindahan terpancar dalam hatimu lewat nada innerbeauty yang selalu kamu pancarkan................

Tampilkan postingan dengan label Desain dan Analisis Keamanan jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain dan Analisis Keamanan jaringan. Tampilkan semua postingan

Linux BackTrack merupakan salah satu distro Linux berbasis KDE yang digunakan oleh para hacker ataupun networking security untuk menjaga suatu komputer server agar tidak dapat diserang oleh oleh para cracker. BackTrack berisikan sejumlah aplikasi untuk kebutuhan penestration testing. Distro ini sangat cocok digunakan oleh para profesional di bidang security, maupun siapa saja yang tertarik lebih dalam mempelajari security.

Dalam distro ini, kita dapat menemukan sejumlah security tool yang sudah tersusun rapi di submenu Back-Track. Beberapa kategori tool yang terdapat di submenu BackTrack, di antaranya, information gathering, network mapping, vulnerability identification, penetration privilige escalation, maintaining access, covering tracks, radio network analysis, voip & telephony analysis, digital forensics, reverse engineering, dan miscellaneous. Selain berfungsi sebagai Live-CD, BackTrack juga dapat diinstalasi ke media USB Flash Drive maupun harddisk.Dengan ini, maka waktu loading BackTrack dapat semakin dipercepat.
Peralatan yang biasa digunakan diantaranya :
1.      Personal Komputer
2. CD Backtrack
3. Hub & Switch
4. Media Komunikasi (Kabel UTP Straight & Crossover)
5. Sistem Operasi Windows XP Service Pack 2

Menu dari Backtrack :

1. Information Gatering berisi informasi-informasi dari backtrack
à
2.   Network Mapping memetakan jaringan (men-cek sevice-service atau layanan yang aktif, mengidentifikasi host, dll). Salah satu bagian dari Network Mapping adalah VPN, yang merupakan sebuah sistem yang memungkinkan untuk membuat sebuah sistem privat (pribadi) untuk menumpang di jaringan publik (jaringan internet). VPN merupakan Server yang dikerjakan di luar, tetapi seolah-olah di dalam. Keuntungan VPN yaitu orang luar tidak bisa melihat jaringan kita, karena paket datanya berupa enkripsi. Bagian Network Mapping lainnya yaitu Netdiscover, yaitu Scanning dengan perkiraan IP yang ada di jaringan, mendeteksi IP yang bisa di deteksinya dalam broadcast.à

 Terdapat protokol-protokol yang melewati sebuah jaringan 2. Pada Etherape
a.               HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.
b.               Gopher adalah aplikasi yang dapat mencari maklumat yang ada di Internet, tetapi hanya “text base” saja, atau berdasarkan teks.Untuk mendapatkan maklumat melalui Gopher, kita harus menghubungkan diri dengan Gopher server yang ada di Internet. Gopher sudah mulai di tinggalkan karena penggunaannya tidak sesedeharna HTTP.
c.               FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan download dan upload berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.
d.              Mailto, digunakan untuk mengirim email melalu jaringan internet. Bentuk format pada protocol ini adalah : mailto:nama_email@namahost. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :

Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol :
a) Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
   b) Domain Name System (DNS), Fungsinya: Untuk memetakan IP Address dan Nama Host, DNS juga digunakan sebagai sarana bantu penyampaian e-mail.
c) Hypertext Transfer Protocol (HTTP).
d) File Transfer Protocol (FTP).
e) Telnet.
f) Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), merupakan protokol aplikasi yang merupakan system pengirim massage atau pesan / e-mail.
g) Simple Network Management Protocol (SNMP), di desain untuk memberikan kemampuan pada pemakai untuk mengelola jaringan komputernya atau jarak jauh/ remote. Pengeloaan ini dilaksanakan dengan cara melakukan polling dan setting vaiabel-variabel elemen jaringan yang dikelolanya.
h) Protokol SMB, didesain untuk LAN dan menimbulkan masalah ketika komputer Windows disambungkan ke Internet. Kecuali lalu lintas SMB di-filter, protokol ini juga cenderung untuk menyebar ke sambungan Internet, menghabiskan bandwidth secara cuma-cuma.
i) dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah :
a)      Transmission
b)       Control Protocol (TCP)
c)      User Datagram Protocol (UDP). adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Connectionless (tanpa koneksi) maksudnya : Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi (dikirim/tidak bukan urusannya).
Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah :
a)      Internet Protocol (IP)
b)       Address Resolution Protocol (ARP)
c)      Internet Control Message Protocol (ICMP), merupakan protocol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khsusus, pesan atau paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP).
d)     Internet Group Management Protocol (IGMP), digunakan untuk memfasilitasi transmisi message yang simultan kepasa kelompok/group penerima.
e)       Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

1. Footprinting

Mencari rincian informasi terhadap sistem-sistem untuk dijadikan sasaran, mencakup pencarian informasi dengan search engine, whois, dan DNS zone transfer.

2. Scanning

Terhadap sasaran tertentu dicari pintu masuk yang paling mungkin. Digunakan ping sweep dan port scan.

3. Enumeration

Meneliti sasaran secara intensif ,yang mencari user account absah, network resource and share & aplikasi untuk mendapatkan mana yang proteksinya lemah.

4. Gaining Access/Mendapatkan Akses

Mendapatkan data lebih banyak lagi untuk mulai mencoba mengakses sasaran. Meliputi mengintip dan merampas password, menebak password, serta melakukan buffer overflow.

5. Escalating Privilege/Menemukan Akses Khusus (Root)

Bila baru mendapatkan user password di tahap sebelumnya, di tahap ini diusahakan mendapat privilege admin jaringan dengan password cracking atau exploit sejenis getadmin, sechole, atau lc_messages.

6. Pilfering

Proses pengumpulan informasi dimulai lagi untuk identifikasi mekanisme untuk mendapatkan akses ke trusted system. Mencakup evaluasi trust dan pencarian cleartext password di registry, config file, dan user data.

7. Menutupi Jejak (Covering Tracks)

Begitu kontrol penuh terhadap sistem diperoleh, maka menutup jejak menjadi prioritas. Meliputi membersihkan network log dan penggunaan hide
tool seperti macam-macam rootkit dan file streaming.

8. Membuat Pintu Belakang (Creating Backdoors)

Pintu belakang diciptakan pada berbagai bagian dari sistem untuk memudahkan masuk kembali ke sistem ini dengan cara membentuk user account palsu,menjadwalkan batch job, mengubah startup file, menanamkan service pengendali jarak jauh serta monitoring tool, dan menggantikan aplikasi dengan trojan.

9. Denial of Service (DOS)

Bila semua usaha di atas gagal, penyerang dapat melumpuhkan sasaran sebagai usaha terakhir Meliputi SYN flood, teknik-teknik ICMP, Supernuke,land/latierra, teardrop, bonk, newtear, trincoo, trini00, dan lain-lain.

1. Simetris kriptrograpi

Kriptografi Simetris
Algoritma simetris (symmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm.

Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Kriptografi simetrik (symetric chipers) adalah kriptografi dimana dalam proses enkripsi dan dekripsi nya menggunakan satu key yang sama. Disebut juga private key atau chiper secret key.
Algoritma kriprografi simetris adalah algoritma yang menggunakan kunci enkripsi yang sama dengan kunci dekripsinya, sedangkan algoritma kriprografi asimetris mempunyai kunci enkripsi dan kunci dekripsi yang berbeda. Algoritma kriprografi simetris sering disebut algoritma kunci rahasia, algoritma kunci tunggal, atau algoritma satu kunci, dan mengharuskan pengirim dan penerima menyetujui suatu kunci tertentu. Kelebihan dari algoritma kriprografi simetris adalah waktu proses untuk enkripsi dan dekripsi relatif cepat. Hal ini disebabkan efesiensi yang terjadi pada pembangkit kunci. Karena prosesnya relative cepat maka algoritma ini tepat untuk digunakan pada sistem komunikasi digital secara real timeseperti GSM.
Kelebihan :
·         Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma asimetrik.
·         Karena kecepatannya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem real-time
Kelemahan :
·         Untuk tiap pengiriman pesan dengan pengguna yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut.
·         Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut “key distribution problem”
Contoh algoritma : TwoFish, Rijndael, Camellia
 
2. Asimetris Kriptografi
Algoritma simetris, sering juga disebut dengan algoritma kunci rahasia atau sandi kunci rahasia. Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna
Sifat kunci yang seperti ini membuat pengirim harus selalu memastikan bahwa jalur yang digunakan dalam pendistribusian kunci adalah jalur yang aman atau memastikan bahwa seseorang yang ditunjuk membawa kunci untuk dipertukarkan adalah orang yang dapat dipercaya. Masalahnya akan menjadi rumit apabila komunikasi dilakukan secara bersama-sama oleh sebanyak n pengguna dan setiap dua pihak yang melakukan pertukaran kunci, maka akan terdapat sebanyak (n-1)/2 kunci rahasia yang harus dipertukarkan secara aman.
Contoh dari algoritma kriptografi simetris adalah Cipher Permutasi, Cipher Substitusi, Cipher Hill, OTP, RC6, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, DES dan IDEA.
Kelebihan :
·         Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
·         Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit
Kelemahan :
·         Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
·         Untuk   tingkat   keamanan   sama,   kunci   yang   digunakan   lebih   panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal
 
3. Kriptografi MD-5
MD5 adalah salah satu dari serangkaian algortima message digest yang didesain oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT (Rivest, 1994). Saat kerja analitik menunjukkan bahwa pendahulu MD5 — MD4 — mulai tidak aman, MD5 kemudian didesain pada tahun 1991 sebagai pengganti dari MD4 (kelemahan MD4 ditemukan oleh Hans Dobbertin).
Dalam kriptografi, MD5 (Message-Digest algortihm 5) ialah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan nilai hash 128-bit. Pada standard Internet (RFC 1321), MD5 telah dimanfaatkan secara bermacam-macam pada aplikasi keamanan, dan MD5 juga umum digunakan untuk melakukan pengujian integritas sebuah file.

Algoritma

Proses MD5 pesan variabel-panjang menjadi output tetap-panjang 128 bit. Pesan masukan dipecah menjadi potongan-bit blok 512 (enam belas 32-bit little endian integer); pesan empuk sehingga panjangnya dibagi oleh 512. Padding bekerja sebagai berikut: bit tunggal pertama, 1, ditambahkan ke akhir pesan. Hal ini diikuti oleh sebagai nol sebanyak yang diperlukan untuk membawa pesan panjang sampai dengan 64 bit kurang dari kelipatan 512. Bit sisa diisi dengan sebuah integer 64-bit yang mewakili panjang pesan asli, dalam bits.
Algoritma MD5 utama beroperasi pada kondisi 128-bit, dibagi menjadi empat-bit kata-kata 32, dinotasikan A, B, C dan D. Ini diinisialisasi dengan konstanta tetap tertentu. Algoritma utama kemudian beroperasi pada masing-masing blok pesan 512-bit pada gilirannya, setiap blok memodifikasi negara. Pengolahan blok pesan terdiri dari empat tahap yang sama, disebut putaran, setiap putaran terdiri dari 16 operasi serupa berdasar pada fungsi linier F-non, penambahan modular , dan rotasi kiri. Gambar 1 mengilustrasikan satu operasi dalam putaran.. menandakan XOR , DAN , ATAU dan TIDAK operasi masing-masing.
 
4. SSL (Secure Socket Layer)
Secure Socket Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS), merupakan kelanjutan dari protokol cryptographic yang menyediakan komunikasi yang aman di Internet.
Protocol SSL dan TLS berjalan pada layer dibawah application protocol seperti HTTP, SMTP and NNTP dan di atas layer TCP transport protocol, yang juga merupakan bagian dari TCP/IP protocol. Selama SSL dan TLS dapat menambahkan keamanan ke protocol apa saja yang menggunakan TCP, keduanya terdapat paling sering pada metode akses HTTPS. HTTPS menyediakan keamanan web-pages untuk aplikasi seperti pada E-commerce. Protocol SSL dan TLS menggunakan kriptografi public-key dan sertifikat publik key untuk memastikan identitas dari pihak yang dimaksud. Sejalan dengan peningkatan jumlah client dan server yang dapat mendukung TLS atau SSL alami, dan beberapa masih belum mendukung. Dalam hal ini, pengguna dari server atau client dapat menggunakan produk standalone-SSL seperti halnya Stunnel untuk menyediakan enkripsi SSL.
Openssl adalah sebuah toolkit kriptografi yang mengimplementasikan protokol jaringan Secure Sockets Layer (SSL v2/v3) dan Transport Layer Security (TLS v1) termasuk berbagai standar kriptografi lainnya yang di butuhkan. Openssl sendiri adalah program di Linux yang sifatnya command line tidak menggunakan grafik user interface (GUI), openssl mampu untuk digunakan untuk:
•    Membuat parameter kunci (key) RSA, DH & DSA.
•    Membuat sertifikat X.509, Certificate Signing Request (CSR) dan Certificate Revocation List (CRL).
•    Perhitungan Message Digest (atau sidik dokumen).
•    Enkripsi & dekripsi menggunakan cipher.
•    Uji SSL/TLS Client & server.
•    Menangani e-mail yang di tanda tangani & di enkrip mengunakan S/MIME.
Sejarah dan Pengembangan
Dikembangkan oleh Netscape, SSL versi 3.0 dirilis pada tahun 1996, yang pada akhirnya menjadi dasar pengembangan Transport Layer Security, sebagai protocol standart IETF. Visa, MaterCard, American Express dan banyak lagi institusi finansial terkemuka yang memanfaatkan TLS untuk dukungan commerce melalui internet. Seprti halnya SSL, protocol TLS beroperasi dalam tata cara modular. TLS didesain untuk berkembang, dengan mendukung kemampuan meningkat dan kembali ke kondisi semula dan negosiasi antar ujung konektivitas. Sekarang juga sudah hampir seluruh perangkat internet seperti browser dan perangkat client atau server side yang sudah mendukung teknologi ini, seperti halnya ActiveX, SSL & TLS pada IE 7.0 yang sudah mulai bias dirasakan kenyamanannya.

5 . PGP (Pretty Good Privaci)
Pretty Good Privacy (PGP) dikembangkan oleh Philip Zimmerman pada akhir tahun 1980. Versi pertama PGP dirilis pada tahun 1991. PGP yang berikutnya yaitu versi 2.6.x dan 5.x (atau 3.0) sudah di implementasikan oleh seluruh sukaralawan yang bekerjasama dibawah bimbingan desain Zimmerman. PGP digunakan untuk melindungi surat elektronik (e-mail) dengan memberi perlindungan kerahasian (enkripsi) dan otentikasi (tanda-tangan digital).
Beberapa istilah yang sering digunakan
·         cryptography/encryption
ilmu pengetahuan yang mempelajari pengacakan text sehingga tidak seorang pun yang dapat mengetahuinya kecuali bila ia tahu kode yang digunakan untuk men-dechipernya.
·         conventional cryptography
suatu metode encryption/enkripsi di mana suatu kunci digunakan untuk melakukan enksripsi dan dekripsi suatu plaintext.
·         encrypt/encipher
pengacakan/scramble dari suatu informasi.
· decrypt/decipher
mengembalikan informasi yang telah diacak menjadi bentuk informasi yang semula.
·         ciphertext/cipher
text setelah dilakukan proses  enkripsi
·         plaintext
text yang akan dienkripsi
· key/kunci
kode yang digunakan untuk melakukan enchiper dan atau dechiper suatu text. Dalam kriptografi konvensional, kunci yang digunakan untuk  enkripsi dan dekripsi adalah sama. Dalam public-key cryptography,kunci untuk enkripsi dan dekripsi berbeda.
·         public-key crypto
suatu sistem yang menggunakan dua kunci; yaitu  public key dan the secret key yang lebih baik dan lebih praktis dibandingkan dengan conventional crypto. Tujuan utamanya adalah kemudahan dalam manajemen kunci.
·         algorithm/algoritma
algorithm adalah program  crypto apa yang digunakan untuk melakukan enkripsi. Ia bukanlah suatu kunci, tetapi menghasilkan kunci. Suatu algoritma yang kuat/bagus akan manghasilkan crypto yang kuat.bagus juga. PGP menggunakan IDEA untuk bagian crypto yang konvensional, dan RSA untuk bagian  public-key . keduanya adalah algoritma yang bagus, namun RSA lebih bagus daripada IDEA.
· passphrase
adalah suatu word  atau phrase, atau bahkan hanya karakter acak,  yang digunakan PGP untuk mengidentifikasi seseorang sebagai person yang diinginkan oleh orang tersebut. Suatu  passphrase sebaiknya lebih dari satu word,  dan jangan pernah membuat yang orang lain dapat menebaknya, seperti nama, nama tengah, binatang kesayangan, nama anak, hari ultah, nama pacar, alamat, band favorit dsb. suatu passphrase yang ideal, adalah setengah dari baris  text.  Sebaiknya lebih dari tiga word dan mengandung hal-hal berikut:  proper name, suatu slang atau vulgar word, dan irregular capitalization, sebagai contoh: tHe, benny, dll. JUGA, Sifat lainnya adalah ia harus mudah diketik secara cepat, tanpa error, dan tanpa perlu melihatnya pada layar.
·         public key
adalah suatu kunci yang memiliki sifat sebagai berikut : mempunyai suatu koneksi, sangat berbeda dari yang lainnya, didistribusikan dalam jumlah yang besar , melaluui banyak channel, secure atau insecure.
·         secret key
adalah suatu kunci yang dimiliki oleh kita dan hanya kita seorang, dan tidak pernah diperlihatkan kepada publik.
·         ASCII armor/radix-64
adalah suatu format yang digunakan PGP  untuk mengkonversi default binary ciphertext, yang tidak dapat ditransfer melalui jaringan, menjadi suatu bentuk  ASCII yang dapat dikirmkan melalui email atau usenet.
Prinsip Kerja PGP
ü PGP, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,  menggunakan  teknik yang disebut public-key encryption  dengan dua kode. Kode-kode ini berhubungan secara intrinsik, namun tidak mungkin untuk memecahkan satu dan yang lainnya.
ü  Bila suatu ketika kita membuat suatu kunci, maka secara otomatis akan dihasilkan sepasang kunci yaitu  public key and secret key. Kita dapat  memberikan  public key ke manapun  tujuan yang kita inginkan, melalui telephone,  internet, keyserver, dsb. Secret key yang disimpan pada mesin kita dan menggunakan messager decipher akan dikirimkan ke kita. Jadi orang  yang akan menggunakan public key kita  (yang  hanya dapat didekripsi oleh oleh secret key kita), mengirimkan messages kepada kita , dan  kita akan menggunakan secret key untuk membacanya.
ü  Kenapa menggunakan dua kunci ?.
Karena dengan  conventional crypto,  di saat  terjadi transfer informasi kunci, suatu secure channel  diperlukan. Dan jika kita memiliki suatu secure channel, mengapa kita menggunakan crypto?  Namun dengan public-key system, tidak akan menjadi masalah siapa yang melihat kunci milik kita, karena kunci yang dilihat orang lain adalah yang digunakan hanya untuk  enkripsi dan hanya kita sebagai pemilik yang mengetahui secret key; yaitu key yang berhubungan secara fisik dengan komputer kita  yang dapat melakukan proses dekripsi dengan public key yang ada dan kemudian kita masukan lagi passphrase.  Jadi seseorang mungkin dapat mencuri passphrase  yang kita ketikkan, namun ia dapat membaca  hanya  jika  ia dapat mengakses komputer kita
Ilustrasi Pemakaian PGP
·         Public-key sangat lambat bila dibandingkan dengan konvensional, jadi PGP akan mengkombinasikan dua algoritma, yaitu RSA and IDEA, untuk melakukan enkripsi plaintext kita.
·         Sebagai contoh, Badrun (pemilik PGP) ingin mengenkripsi  suatu file yang diberi nama plain.txt sedemikian sehingga hanya si Matangin yang dapat mendekripsi-nya.  Maka Badrun mengirimkan  PGP  perintah (command line) untuk melakukan enkripsi  :
pgp -e plain.txt Matangin
Pada command line ini, pgp adalah file executable, -e  berarti  memberitahukan PGP untuk meng-encrypt file, plain.txt adalah nama plaintext, dan dul merepresentasikan public key suatu tujuan (Matangin) yang diinginkan Badrun untuk mengenkripsi message-nya. PGP menggunakan suatu random number generator, dalam file randseed.bin untuk menghasilkan suatu  kunci (session key) temporary IDEA. Session key itu sendiri di-enkripsi dengan kunci RSA public  yang direpresentasikan oleh Matangin  yang disematkan pada plaintext.
·         Kemudian, PGP menggunakan session key  untuk mengenkripsi message, ASCII-armors dan menyimpan seluruhnya sebagai cipher.asc. Bila Matangin ingin membaca pesannya, ia mengetikkan command:
pgp cipher.asc
·         PGP  menggunakan  secret key milik Matangin, yang merupakan kunci RSA,        untuk men-dekripsi sessi kunci yang mana, yang jika dipanggil oleh Badrun akan dienkripsi oleh  public key. kemudian, conventional crypto digunakan dalam bentuk  session key untuk mendekripsi sisa dari message. Alasan prinsip ini adalah sebagai pengganti/kompensasi dari RSA karena “RSA is too slow, it’s not stronger, and it may even be weaker.”
 
 

Mesin Enigma adalah sebuah mesin penyadi yang digunakan untuk mengeknripsikan dan mendekripsikan pesan rahasia.
KOMPONEN MESIN ENIGMA
Mesin Enigma terdiri dari 5 komponen utama, yaitu :
# Rotor –> bagian terpenting dari enigma. Berdiameter sekitar 10cm berupa piringan yang terbuat dari karet yang keras  dengan deretan kuningan yang berisi pin – pin yang menonjol yang berbentuk bundar. Sebuah rotor menunjukkan sebuah enkripsi yang sederhana, 1 huruf di enkripsi menjadi huruf lainnya. Hasil enkripsi akan menjadi lebih rumit jika menggunakan lebih dari 1 rotor.
# Penggerak Rotor –> untuk menghindari chiper yang sederhana, beberapa rotor harus diputar
berdasarkan penekanan sebuah kunci. Hal ini dilakukan untuk memastikan kriptogram yang dibuat merupakan sebuah transformasi perputaran rotor yang menghasilkan poloponik chiper. Alat yang paling banyak digunakan untuk penggerakan rotor tersebut adalah mekanisme roda bergigi dan penggeraknya. Penggerak roda memutar rotor sebanyak 1 karakter ketika sebuah huruf diketikkan pada papan kunci.
# Reflector –> digunakan untuk memstikan sebuah huruf tidak dikodekan pada dirinya sendiri dan untuk menjadikan mesin ini reversible (jika sebuah huruf dienkripsi, hasil enkripsi huruf tersebut adalah huruf semula). Reflector hanya terdiri dari 13 pasang huruf yang susunannya acak.
# Papan Steker –>digunakan untuk menukar 2 buah huruf dan untuk meningkatkan keamanan dari pesan rahasia mesin enigma. Sebelum masuk ke proses penyandian, huruf yang telah ditentukan pertukarannya akan di ubah dipapan ini.
# Kotak Enigma –> digunakan untuk menyimpan semua perlengkapan dari mesin ini. Biasanya kotak ini dapat menampung 10 buah rotor, papan steker, dan papan ketik.
CARA KERJA MESIN ENIGMA
Mesin enigma bekerja berdasarkan perputaran rotor – rotor yang ada. Ketika sebuah huruf diketikkan di papan panel, urutan kerjanya :
1. Majukan rotor kanan sebanyak 1 huruf. Huruf yang diketikkan masuk ke rotor paling kanan dan pada rotor ini dicari padanan pada rotor kedua. Setelah itu masuk ke rotor kedua.
2. Pada rotor kedua, huruf hasil padanan dari rotor pertama dicari padanannya untuk rotor ketiga.
3. Pada rotor ketiga, dicari padanan untuk reflector.
4. Setelah masuk ke reflector, dicari pasangan huruf tersebut pada reflector, dan hasil pada reflector dikembalikan kepada rotor ketiga, kedua, kesatu, dan hasilnya menghasilkan huruf enkripsi.

A. Vigenere Cipher
Vigenere Cipher merupakan salah satu cipher yang terkenal. Vigenere Cipher termasuk cipher substitusi abjad-majemuk. Vigenere Cipher dipublikasikan pada tahun 1856 dan dapat dipecahkan oleh Babbage dan Kasiski pada pertengahan abad 19.
Proses enkripsi dan dekripsi pada Vigenere Cipher menggunakan bujursangkar Vigenere. Kolom paling kiri menyatakan huruf-huruf kunci, baris paling atas menyatakan huruf-huruf plainteks.
Proses Enkripsi dan Dekripsi Vigenere Cipher

1.      Enkripsi
Pembentukan Tabel:
-  Susun alphabet A..Z pada baris 1
- Baris  2 terjadi 1 kali pergeseran (shifting).
- Baris 3 terjadi 2 kali pergeseran.
- Demikian hingga baris terakhir terjadi 25 kali pergeseran.
- Buatlah alphabet di atas dan di kanan sebagai penunjuk
Key Generation
- Panjang kunci  <=  panjang pesan.
- Jika panjang kunci < Message length, kunci baru dibentuk dengan menulis alphabet kunci secara berulang hingga panjang kunci = panjang message.
2.      Dekripsi
- Tempatkan alphabet kunci pada sisi kiri tabel berdasarkan baris.
- Telusuri sepanjang baris tersebut hingga  ditemukan alphabet ciphertext.
- Index kolom lokasi alphabet ciphertext berada merupakan alphabet plaintext
Contoh:
1.      Enkripsi
Misalnya:
Key           : BLOG
Pesan         : RASAMAUTAU
Keyword
B
L
O
G
B
L
O
G
B
L
Plaintext
R
A
S
A
M
A
U
T
A
U
Bisa kita lihat key di atas diulang-ulang sehingga memiliki panjang yang sama dengan pesan.
- Berdasarkan kolom, temukan alphabet plaintext pada sisi atas tabel.
- Berdasarkan baris, temukan alphabet kunci pada sisi kiri tabel.
- Ciphertext dihasilkan dengan mengintersek baris dan kolom tersebut
- Hal yang sama dilakukan untuk alphabet plaintext dan kunci berikutnya
- Dan cara yang sama untuk huruf berikutnya
- Maka diperoleh ciphertex
RASAMAUTAU = SLGGNLIZBF
2.      Dekripsi
Untuk mendekripsi ciphertex tersebut tinggal kita masukkan kembali kedalam table alphabet tersebut
 
B. Hill Chipper
Hill Cipher ini menerapkan konsep matrik persegi dan bilangan modulo pada matematika. Hill Cipher ini diciptakan oleh Lester S.Hill pada tahun 1929. Sebelum mulai kita belajar, pertama kita harus melakukan index untuk setiap abjad. Misal seperti pada gambar berikut.
index-abjad
Misal kita telah menentukan index untuk abjad dari A sampai Z, mulai dari 0 sampai dengan 25 seperti pada gambar diatas. Setelah itu misal matrik yang akan kita gunakan adalah 2x2 seperti pada gambar berikut:
matrik-hill
Proses enkripsi akan dibagi menjadi blok-blok sesuai dengan banyak kolom dari matrik yang akan digunakan. Pada kasus ini, karena kita menggunakan matrik 2x2, maka masing-masing blok akan berisi 2 karakter. Misalkan kata yang akan kita enkripsi adalah JULY. Pembagian blok-bloknya akan menjadi seperti berikut :
J U = 9 , 20
L Y = 11 , 24
Sekarang kita lakukan perkalian matriknya.
perkalian-hill
Berdasarkan index yang telah kita ketahui sebelumnya maka hasil enkripsi menjadi D (3) , E (4) , L (11) , W (22). Hasil akhirnya JULY = DELW.
 
 
 

Teknik enkripsi konvensional telah digunakan orang sejak berabadabad yang lalu. Dua teknik dasar yang biasa digunkana, yaitu:

  1. Teknik Substitusi
  2. Teknik Transposisi
1. Teknik Substitusi : penggantian setiap karakter plainteks dengan karakter lain sehingga plainteks tersebut menjadi cipherteks. Terdapat beberapa teknik, yaitu:
  1. Monoalfabet: mengganti satu karakter plaineks dengan satu karakter cipherteks tertentu
  2. Polyalfabet: mengganti lebih dari satu karakter plainteks dengan satu karakter cipherteks
  3. Unilateral : satu enkripsi dilakukan terhadap satu karakter plainteks
  4. Multilateral : satu enkripsi dilakukan terhadap lebih dari satu karakter plainteks.
Teknik substitusi yang cukup terkenal dan paling tua ialah caesar cipher. Caesar cipher menggeser setiap karakter plainteks sebanyak n kali sehingga dihasilkanlah cipherteks. Teknik ini dapat dipecahkan dengan membuat tabel dengan variabel sebanyak 26 kemungkinan.
Teknik lain yang cukup dikenal ialah playfair cipher. Teknik ini menggunakan matriks 5×5 dan membutuhkan kata kunci untuk mengacak susunan setiap karakter dalam matrik tersebut. Dalam pengoperasiannya dikenal dua istilah yaitu: ERDL (Encypt Right Decrypt Left) dan EBDA (Encrypt Below Decrypt Above). Dalam teknik ini susunan plainteks dipecah menjadi dua-dua karakter. Bila terdapat dua huruf yang sama, maka disisipkan karakter tambahan, contoh “aa” menjadi “axa”.
Teknik substitusi berikutnya ialah vigenere cipher. Teknik ini menggunakan matriks dan kunci tertentu. Sumbu x pada matriks menyatakan karakter tiap plainteks, sedangkan sumbu y pada matriks menyatakan karakter kunci. Tiap-tiap karakter plainteks dihubungkan dengan tiap-tiap karakter kunci sehingga dihasilkan karakter cipherteks.
Sebenarnya masih banyak lagi teknik substitusi yang lain, selain yang disebut di atas…
2. Teknik Transposisi : Teknik ini menggunakan permutasi karakter. Teknik ini menggunakan matrik dengan jumlah yang terbatas, biasanya 6 kolom. Plainteks disusun ke arah kanan kemudian ke bawah. Kemudian susunan plainteks diubah sesuai dengan urutan kunci yang diberikan. Cipherteks dibaca tiap kolom kemudian digabung dengan kolom-kolom berikutnya.


Makalah
       Desain dan Analisis Keamanan Jaringan

Kriptografi Klasik

OLEH
Kelompok 1

1.
2.
3.
4.
5.
6.
Wide Satrio Putra (06468 )
Vonny Nadya Setiawan (06455)
Dian Yulita (06487)
Rince Selvia Nola (06445)
Yuliawati Yunus (06454)
Elsi Sefitri (06452)





FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2010





Kriptografi Klasik

Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
1.      Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.

2.      Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.

3.      Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.

4.      Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.

Kriptografi merupakan suatu strategi supaya data atau dokumen kita aman dari orang yang tidak berhak.
·         Teknik Substitusi Cipher
Substitusi merupakan pergantian setiap karakter dari plaintext dengan karakter lainnya. Ada 4 istilah dari substitusi cipher, yaitu monoalphabet, polyalphabet, monograph dan polygraph.
Substitusi chipper yang pertama dalam dunia persandian pada waktu pemerintahan Julius Caesar dikenal dengan Caesar Cipher, yaitu dengan mengganti posisi huruf awal dari alphabet. Proses enkripsi pada algoritma sederhana tersebut adalah dengan mengganti karakter-karakter pada pesan yang akan dienkripsi dengan huruf ke 3 setelah huruf karakter pada pesan tersebut.
Sebagai contoh karakter A pada pesan diganti dengan huruf ke 3 setelah huruf A yaitu D.
Contoh:
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
A
B
C

Plaintext : “Saya sedang belajar keamanan komputer”
Ciphertext : “VDBDVHGDQJEHODMDUNHDPDQDQNRPSXWHU”
Algoritma dari Caesar Cipher adalah jika (a = 1,b = 2,dst). plaintext diberi symbol “P” dan ciphertext adalah “C” dan kunci adalah “K”:
C = E(P) = (P+K) mod (26)

Dari contoh diatas,enkripsi dapat dilakukan dengan rumus :
C = E(P) = (P+3) mod (26)

Rumus untuk melakukan deskripsi dari ciphertext :
P = D(C) = (C-K) mod (26)

Dari contoh diatas , rumus untuk melakukan deskripsi adalah :
P = D(C) = (C-3) mod (26)

Caesar cipher bisa dipecahkan dengan cara Brute Force,suatu bentuk serangan yang mencoba kemungkinan-kemungkinan hingga ditemukan. Banyaknya kunci dari suatu cipher cukup merespons para cryptanalyst,walaupun percobaan dengan cara Brute Force Attack akan membutuhkan waktu sampai ditemukannya kunci dari ciphertext. Akan tetapi, cara tersebut selalu berhasil walaupun membutuhkan waktu yang lama. Ada beberapa cara yang dilakukan oleh ctyptanalyst dengan melihat frekuensi kemunculan huruf seperti tabel frekuensi kemunculan huruf berikut ini:

Tabel 3.1 Frekuensi Kemunculan Huruf dalam Bahasa Inggris  

Karakter
Peluang
Karakter
Peluang
A
0.082
N
.067
B
.015
O
.075
C
.028
P
.019
D
.043
Q
.001
E
.127
R
.060
F
.022
S
.063
G
.020
T
.091
H
.061
U
.028
I
.070
V
.010
J
.002
W
.023
K
.008
X
.001
L
.040
Y
.020
M
.024
Z
.001

Dalam teks bahasa indonesia yang paling sering muncul adalah 10 huruf dan bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

Letter
Frequency Kemunculan (%)
A
17.50
N
10.30
I
8.70K
E
7.50
K
5.65
T
5.10
R
4.60
D
4.50
S
4.50
M
4.50

Serangan tsb juga digunakan untuk mencari password dari suatu system.Serangan tsb memungkinkan para attacker mencoba beberapa kemungkunan yang ada pada daftar kata-kata dalam kamus.
Pada perkembangannya,Caesar Cipher bisa menggunakan kunci lain atau bisa disebut dengan polyalphabetic.Kunci bisa jadi nama,alamat,atau apa saja yang diinginkan oleh pengirim pesan.

·         Shift Cipher
Sandi geser (shift cipher) merupakan generalisasi dari Sandi Caesar, yaitu tidak membatasi pergeseran sebanyak tiga huruf. Jadi ada sebanyak 26 kunci pergeseran yang bisa digunakan.


Untuk K dengan dan .
Khusus untuk K=13 sering disebut dengan Sandi ROT(13). Dinamakan demikian karena fungsi enkripsi dan dekripsinya sama, sebab 13 sama dengan -13 (khusus di dalam mod 26). Jadi jika diberikan plainteks x, maka untuk mendekripsinya bisa dengan mengenkripsinya lagi.Untuk menyerang sandi geser ini sangat mudah sekali, karena hanya diperlukan sebanyak 25 kali percobaan kunci.

Teknik dari substitusi shift Chiperdengan modulus 26 memberikan angka ke setiap alphabet seperti a ß à0, B ß à 1 ……Z ß à 25,untuk melihat teknik shift cipher lebih jelas lagi,kita lihat contoh sbb:

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

Plaintext : “We will meet at midnight”
Dari kalimat diatas kita akan mendapatkan angka dari setiap huruf sbb:
22  4  22  8  11  11  12  4  4  19  0  19  12  8  3   13  8  6  7  19
Untuk mendapatkan ciphertext, kita memiliki kunci 11. Penambahan setiap nilai dari plaintext dengan kunci 11 akan mendapatkan :
7  15  7  19  22  22  23  15  15  4  11  4  23  19  14  24  19  17  18  4
Jika lebih dari 20 setelah ditambah dengan kuncimaka akan dikurangi dengan 26 seperti 22+11=33-26=7.Setelah di-convert menjadi huruf kita akan mendapatkan ciphertext:
“HPHTWWXPPELEXTOYTRSE”

Plaintext          : We will meet at midnight
Ciphertext       : HPHTWWXPPELEXTOYTRSE
Kunci              : 11

>

About this blog

smile......
n
welcome......

my picture

my picture

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

widget

Mata Kuliah

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Followers

About Me

Labels